Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Sex Siapa Takut Jatuh Cinta? 2
Biodataviral.com - Hari-hari terus berlalu, hingga aku betul-betul merasa sehat. Malam ini adalah malam ke-5 dimana aku menginap di apartemen mewahnya Steve. Saat itu aku sedang membaca-baca buku pelajaran sekolah, agar tak ketinggalan, sambil tengkurap diranjang. Steve yang habis mandi keluar dari kamar mandi dan menimbulkan bau harum yang sensasional sekali. Aku menoleh kearah Steve, begitupun sebaliknya. Dia tersenyum manis sekali padaku. Sambil masih mengenakan lilitan handuk dipinggangnya, ia mendekatiku. Dibawah keremangan lampu baca, aku dapat melihat tubuh atletis Steve yang menawan. Memang tidak seperti Indra yang berotot bagaikan binaraga, tapi Steve memiliki lekuk tubuh yang begitu sexi dan tonjolan otot-otot yang seimbang. Tubuhnya putih mulus, bersih dan wangi sabun mahal. Otot dadanya tersembul sexi sekali, dengan puting susunya yang tegang berdiri kemerah-merahan. Ingin sekali rasanya aku meraba tubuhnya yang begitu bagus.
“Don, kok kamu bengong gitu sih ngelihat aku? Kenapa..?”
“Mmh, nggak kok nggak kenapa-kenapa”, jawabku sambil membalikan badan terlentang tepat menghadap kearahnya.
“Steve.. mmh.. kamu cakep yah”, kataku polos dan tak sadar dengan apa yang kuucapkan barusan.
“Kamu juga.. kalau nggak, mana mau aku bawa kamu kesini”, katanya nakal.
“Kamu jangan ambil pusing dengan anak-anak badung itu ya, mereka memang kalau mengerjai orang suka agak kelewatan, dulu aku juga dibegitukan, sama seperti kamu”
“Mmh maksud kamu..?”, tanyaku.
“Mereka sengaja menentukan siapa-siapa saja yang berhak menjadi anggota geng mereka, dengan catatan anak tersebut harus difucking terlebih dulu oleh mereka ber-3”
“Hah..?”, kataku serasa tak percaya bahwa mereka benar-benar kelainan.
“Kamu marah sama mereka Don?”, tanya Steve.
“Mmh nggak kok, sebenarnya.. mmh.. aku.. mmh, aku”
Steve hanya nyengir mendengar jawabku yang terbata-bata itu.
“Oke oke, kamu nggak perlu lanjutkan, aku sudah tahu kok. Dari cara kamu memandangku saja aku sudah tahu kalau kamu sebenarnya juga suka sama cowok kan?”, tanyanya langsung menembak kesasaran.
Setelah berkata-kata itu, tiba-tiba Steve menduduki perut bawahku dengan mengangkangkan kakinya, ia mulai membuka lilitan handuk putihnya. Seperti tersihir, aku terbujur kaku menyaksikan pemandangan yang hampir-hampir aku tak percaya bahwa ini bukan mimpi. Lilitan handuk itupun terlepas, dan Steve mulai membuka lipatan sampingnya kearah selangkangannya.
Artikel Terkait
“Don, kamu suka aku?”
Aku hanya bisa mengangguk kecil dan berkata, “Steve, selama ini kamu hanya hadir dalam mimpi-mimpiku, mungkinkah ini semua nyata?”
“Kita lihat saja malam ini, apakah ada chemistry antara kamu dan aku”.
Sambil berkata demikian, Steve menbuka handuknya. Tersembulah keluar sebuah batang burung diantara lebatnya bulu-bulu halus disekitarnya. Jembut Steve ternyata lebih lebat dibanding punya Jo. Sama seperti Roger, Steve juga belum disunat. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...